KISAH EMPAT ULAMA BERNAMA MUHAMMAD – BUAH ISTIKHOROH

KISAH EMPAT ULAMA BERNAMA MUHAMMAD

.
Imam adz-Dzahabi rahimahullah menceritakan bahwasanya pernah ada suatu perjalanan (rihlah) yang mengumpulkan empat orang ulama yang sama-sama bernama Muhammad :
▬ Muhammad bin Jarir ath-Thobari,
▬ Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah,
▬ Muhammad bin Nashr al-Marwazi
▬ dan Muhammad bin Harun ar-Ruyani
▬▬ rahimahumullah jami’an.

Bekal perjalanan mereka sama-sama habis sehingga mereka sama-sama merasa lapar. Lalu mereka berkumpul di dalam sebuah rumah dan mengundi, barang siapa yang keluar namanya, maka ia mendapat tugas untuk meminta sedekah kepada masyarakat.

Ternyata undian jatuh kepada Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah. Ia berkata: “Tunggu sejenak, biarkan aku sholat istikhoroh terlebih dahulu.”

Setelah itu ia bertolak menuju ke pintu untuk keluar. Namun tiba-tiba ia melihat beberapa buah lilin ada di depan pintu yang dibawa oleh beberapa tentara utusan. Mereka mengetuk pintu. Muhammad bin Ishaq lalu membukakan pintu untuk mereka.

Mereka (para tentara utusan) berkata:
“Siapa dari kalian yang bernama Muhammad bin Nashr?.” Lalu mereka mengeluarkan pundi uang sejumlah 50 dinar dan memberikan kepadanya.

Mereka bertanya lagi:
“Mana yang namanya Muhammad bin Jarir?.” Lalu mereka memberinya 50 dinar. Demikian seterusnya hingga keempat Muhammad mendapatkan 50 dinar.

Kemudian utusan itu menjelaskan bahwa Amir (Pemimpin) mereka telah bermimpi dan melihat keempat Muhammad kelaparan, maka itu ia mengirimkan pundi-pundi uang itu kepada mereka. Dan dia bersumpah, apabila uang-uang tersebut habis, hendaklah mereka mengabarkan kepada Amir tersebut.

[Siyar A’lam an-Nubala`, adz-Dzahabi, 14/270 & 508. Dinukil dari kitab Jami’ Mukhtashor al-‘Ulum, DR. Fakhruddin bin az-Zubair al-Muhsi, hlm. 24]
——————————————————————————————

.
BUAH ISTIKHOROH
▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Ternyata Allah ta’ala tidak ridha melihat keempat hamba-Nya yang pada akhirnya menjadi ulama besar, untuk meminta sedekah kepada masyarakat. Allah telah mengijabahi doa Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah ketika beristihkoroh kepada-Nya.

Bukankah di antara isi doa istikhoroh berbunyi,
“Ya Allah, apabila Engkau tahu bahwa urusanku ini baik bagiku, bagi agamaku, hidupku, dan kesudahan urusanku –atau berkata: baik urusanku sekarang atau akan datang-, maka takdirkanlah terjadi padaku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah aku padanya. Namun apabila Engkau tahu bahwa urusan ini buruk bagiku, bagi agamaku, hidupku dan kesudahan urusanku –atau berkata: baik urusanku sekarang atau yang akan datang-, maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah bagiku kebaikan dimanapun ia berada, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.” (HR. Ahmad, al-Bukhari, dll.)

Allah ta’ala mendengar doa mereka dan menunjukkan kepada mereka bahwa meminta-minta adalah perbuatan buruk yang tidak pantas mereka lakukan, maka itu Allah mengirimkan rezeki kepada mereka melalui seorang Amir yang berhati mulia.

Semoga Allah menjaga para ulama dari keburukan dan memberikan keberkahan kepada para pemimpin yang berhati dermawan. Aamiin.

sumber: sulhan.net

PemudaMuslim.Com
https://www.facebook.com/PemudaMuslimCom/posts/819274048098321

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s