KAPAN KITA KEMBALI SEPERTI DULU

KAPAN KITA KEMBALI SEPERTI DULU
Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

Tatkala kita membuka lembaran-lembaran sejarah, kita akan mendapati bahwa dulu kita adalah umat yang berwibawa, seluruh dunia kecil di hadapan kita.

Surat berikut ini, kami keluarkan dari laci sejarah, sebuah surat yang dikirimkan oleh Raja Inggris George II kepada Khalifah kaum muslimin di Andalusia Hisyam III.

Akan bisa dilihat apakah yang diminta oleh Raja Inggris dari Khalifah kaum musliman di Andalus?!! Dan bagaimanakah Raja Terkuat di Eropa berbicara kepada kita?!!

Raja George II, mengirimkan putri saudaranya, seorang gubernur wanita Dubanit, dan juga kepala kabinetnya sebagai pimpinan rombongan ilmiah yang terdiri dari 18 pemudi dari putri-putri para pembesar menuju Andalus untuk mempelajari aturan-aturan kenegaraan, serta hukum-hukum, dan adab-adab perilaku Islam, serta segala sesuatu yang berkenaan dengan pendidikan kepada kaum wanita, dan untuk mengambil manfaat dari peradaban, serta produk-produk Islam.

Dia menulis surat bersama dengan gubernur wanita itu, dan berikut ini adalah naskahnya:

Kepada yang mulia
Khalifah kaum muslimin
Hisyam III, yang agung kedudukannya.

Dari George III, Raja Inggris, Swedia, dan Norwegia
kepada Khalifah, Raja Kaum Muslimin di kerajaan Andalus
pemilik keagungan Hisyam yang mulia.

Setelah pengagungan dan penghormatan, maka kami telah mendengar akan kemajuan besar yang anda nikmati dengan berdirinya sekolah-sekolah ilmu pengetahuan, dan penemuan-penemuan baru di negeri anda yang makmur, maka kami menginginkan akar putra-putra kami bisa mengambil sedikit contoh dari karunia tersebut, agar menjadi permulaan kebaikan di belakang jejak anda sekalian. Guna menebarkan cahaya ilmu di negeri kami yang diliputi oleh kebodohan dari keempat tiangnya.

Kami telah memposisikan putri saudara kandung kami, yaitu gubernur wanita Dubanit sebagai kepala rombongan yang berasal dari putri-putri pemuka Inggris. Agar
وقد وضعنا ابنة شقيقنا الأميرة دوبانت على رأس البعثة من بنات أشراف الإنكليز، لتتشرف بلثم أهداب العرش والتماس العطف، وتكون مع زميلاتها موضع عناية عظمتكم وفي حماية الحاشية الكريمة، و الحدب من قبل اللواتي سوف يقمن على تعليمهن، و قد أرفقت الأميرة الصغيرة بهدية متواضعة لمقامكم الجليل، أرجو التكرم بقبولها ، مع التعظيم والحب الخالص..
Aku sertakan bersamnya satu hadiah sederhana bagi kedudukan anda yang mulia. Dan aku berharap mendapatkan kemuliaan dengan dikabulkannya permintaanku ini, dengan disertai penghormatan dan cinta yang tulus.

Dari pelayanmu yang setia

Geroge M I

Adapun jawaban dari Khalifah Andalus Hisyam III:

Dengan menyebut asma Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allâh, Rabb semesta alam, shalawat dan salam atas Nabi-Nya, penghulu para Rasul,
Waba’du:
Kepada Raja Inggris و ايكوسيا dan Skotlandia
Aku sudah membaca permohonan anda sekalian, dan aku menyetujuinya, setelah bermusyawarah dengan para pemilik urusan tersebut yang nanti akan membantu mereka. Oleh karena itu, kami beritahukan kepada anda sekalian, bahwa rombongan itu nanti akan dibiayai dari baitul mal kaum muslimin, sebagai bukti akan cinta kami kepada pribadi anda sebagai seorang raja.

Adapun hadiah anda sekalian, maka kami telah menerimanya dengan penuh kebahagiaan yang berlebih. Sebagai balasan, maka kami kirimkan kepada anda sekalian permadani Andalus yang termahal, itu adalah hasil karya putra-putra kami, sebagai hadiah untuk anda sekalian. Padanya terdapat maksud yang cukup untuk menunjukkan akan perhatian dan kecintaan kami.
Wassalam
Khalifah Rasulullah di Negeri Andalus
Hisyam III

Surat ini ditulis pada permulaan abad kelima hiriyah, dan telah disebut dalam sejumlah buku-buku rujukan sejarah, baik yang berbahasa Arab, Inggris, Jerman, maupun Perancis. Diantaranya adalah al-‘Arab ‘Unshurus Siyadah fil Qurunil Wustha, oleh penulis sejarah berkebangsaan Inggris Sir John دوانبورت
Sebagaimana disebutkan pula oleh seluruh ahli sejarah Sprengastinn dan Christer Samuelsson.

Perhatikanlah bersama saya, bagaimanakah kedudukan kita tempo dulu?

Raja Eropa mengirimkan putri saudara kandungnya, sebagai pimpinan rombongan kerajaan untuk mempelajari ilmu dari negeri kaum muslimin. Sementara kita, pada hari ini, pergi kepada mereka!!!

Perhatikanlan, bagaimana Seorang raja mengakui akan kebodohan mereka dan keagungan kita..!!!
Perhatikanlah, dia berkata kepada Khalifat kaum muslimin, ‘Pelayanmu yang setia’
Maka dimanakah kita pada hari ini?!!

Demi Allâh, sungguh, mata ini benar-benar menangis, dan hati ini benar-benar bersedih akan hal ini.
Mereka mengambil faidah dari ilmu kakek buyut kita, dan sekarang mereka menjadi tuan bagi kita.

Aku tidak akan mengatakan kecuali seperti apa yang dikatakan oleh Umar bin al-Khaththab :
أَعَزَّنَا اللهُ بِالإِسْلاَمِ وَسَيُذِلُّنَا دُوْنَهُ
“Allâh muliakan kita dengan Islam, dan akan menghinakan kita selainnya”

Aku memohon kepada Allâh, agar mengembalikan kita dengan baik, dan generasi penerus kita akan menemukan surat semacam itu pada masa mendatang dengan idzin Allâh.mendatang dengan idzin Allâh.

Via: Majalah Qiblati – Menyatukan Hati Dalam Sunnah Nabi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s