Hukum Membaca Shadaqallahul ‘Azhim

Penanya: Dimas Priambada

Dijawab Oleh: Tim Muslim.or.id

Pertanyaan:

Assalammualaikum…
Mau tanya, apakah ada dalilnya membaca bacaan Shadaqallahul azhim di setiap selesai membaca Al Quran ?

Jawaban:

Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuhu

Pertanyaan saudara merupakan pertanyaan yang pernah diajukan kepada Lajnah Da’imah Saudi Arabia (Komite Fatwa di Saudi Arabia, semacam MUI di Indonesia). Maka kami akan mencukupkan diri dengan membawakan jawaban dari pertanyaan tersebut. Berikut jawaban dari Lajnah Da’imah mengenai pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan anda:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du.

Ucapan shadaqallahul azhim setelah selesai membaca Al-Qur’an adalah bid’ah, karena Nabi tidak pernah melakukannya, demikian juga para Khulafaur Rasyidin, seluruh sahabat dan para imam Salafus Sholih, padahal mereka banyak membaca Al-Qur’an, sangat memelihara dan mengetahui benar masalahnya. Jadi, mengucapkan dan terus menerus mengucapkannya setiap kali selesai membaca Al-Qur’an adalah perbuatan bid’ah yang diada-adakan.

Diriwayatkan dari Nabi bahwasanya beliau bersabda:

Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hanya Allahlah yang mampu memberi petunjuk. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

(Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah, fatwa nomor 3303, disadur dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2 penerbit darul haq)

Kesimpulannya adalah membaca bacaan Shadaqallahul azhim setiap selesai membaca Al Quran tidak ada dalil/tuntunannya dari Nabi dan termasuk perbuatan bid’ah. Wallahu a’lam.

sumber : http://muslim.or.id/2007/08/11/konsultasi-ustadz-hukum-membaca-shadaqallahul-%e2%80%98azhim/

12 comments

  1. harusnya sikapnya termuka dan mau terima kalau memang setelah dilakukan penelitaian, lajnah daimah tentunya tidak sembarangan asal berfatwa bitah itu kalau mau kalau tidak yang terserah wong semua amalan akan kembali kepada siapa pengamalnya kok ???????????

  2. ya akhi, pahami arti bid’ah itu sendiri, bru kasih argumen!
    Mengenai klmat2 saudara kita: tentang naik pesawat DAN SEJENISNYA adalah kalimat yg sharusnya tak pantas d smakan dngan ajaran agama. Ingat kata2 yg diutarakan dngan sungguh atau hanya sendau gurau, kelak akan menjadi saksi dan pasti di mintai pertanggung jawaban. apalagi mengenai AGAMA! Berfikirlah dulu ya akhi. .. maaf atas kelancangan ana. Semoga kita dijaga allah dari kebenaranNya. amien.
    Barokallah ya ahlussunnah!!

  3. naik pesawat bukan bagian dari agama … bid’ah itu sesuatu urusan agama yg diada-adakan … pahami benar hal ini baru protes … para ulama yg senantiasa jujur menjaga sunah rasul telah menjelaskan semua, adzan dua kali bukan termasuk bid’ah ….. wahai akhi pahami benar agama ini, jangan setengah-2 …. maju terus cahaya sunnah … kuatkan langkahmu untuk dakwah ahlussunnah wal jama’ah …..

  4. naik pesawat juga bidah, karena nabi tidak naik pesawat, bagaimana dengan adzan jumat dua kali (nabi tidak melaksnakannya) tapi kalifah utsman melaksanakannya (kalifah usman juga pembuat bidah dong, padahal utsman bin affan sudah dijamin masuk surga)

  5. kalo sy sbgi orang awam…klo emang itu ada dalilnya ya mending tdk usah dikerjakan…kalo pun ragu, ya jg mending tdk dikerjakan,kan katanya keraguan itu syubhat ya. dan syubhat katanya lebih cenderung jatuh kpd yg haram…ya udah gak usah dkerjakan aja..kok repot2.

    1. Hanya dari Aliran aliran tertentu saja yang mengatakan BID’ AH
      yang pasti Pimpinan aliran tersebut ingin cari pengikut. Pimpinan aliran tersebut orang pintar tapi tidak ada pengikutnya jadi dia pimpinan aliran tersebut, membuat / menerbitkan wacana yang namanya BID’ AH. Kalalu begitu Lomba M.T.Q Juga BID’ AH Karena Nabi sendiri tidak pernah memperlombakan M.T.Q
      semua aturan yang sudah tersurat didalam al Qur’an Dan Hadist hendaknya jangan dirubah hanya karena akal bulus anda, demi popularitas anda dan aliran organisasi anda.

      1. Klo memang Rasulullah tidak mensyariatkan Shodaqollahul azhim, ya hendaknya kita tidak ush repot2 membacanya. Hendaknya kita jgn keburu emosional…

      2. Membaca Al-Qur’an dilagukan seperti di MTQ itu Indah dan Allah Itu menyukai yang indah2 jadi menurut saya itu sesuatu yang baik. kalau memang ada yang mengatakan itu bid’ah mungkin ia kurang mengerti pemahaman tentang bid’ah.(klu perkara bidah itu banyak manfaatnya maka lakukanlah) MTQ itu kan kita membaca Al-Qur’an, dan orang yang membacanya kan dapat pahala kok dilarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s