Shalawat Nariyah

- Tingkat pembahasan: Dasar

Penulis: Muhammad Jamil Zainu
Diterjemahkan oleh Abu Mushlih Ari Wahyudi

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata:

“Shalawat Nariyah cukup populer di banyak kalangan dan ada yang meyakini bahwa orang yang bisa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat menghilangkan kesulitan-kesulitan atau demi menunaikan hajat maka kebutuhannya pasti akan terpenuhi. Ini merupakan persangkaan yang keliru dan tidak ada dalilnya sama sekali. Terlebih lagi apabila anda mengetahui isinya dan menyaksikan adanya kesyirikan secara terang-terangan di dalamnya. Berikut ini adalah bunyi shalawat tersebut:”

اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتيم ويستسقى الغمام بوجهه الكريم وعلى آله وصحبه عدد كل معلوم لك

Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah pujian yang sempurna dan juga keselamatan sepenuhnya, Kepada pemimpin kami Muhammad, Yang dengan sebab beliau ikatan-ikatan (di dalam hati) menjadi terurai, Berkat beliau berbagai kesulitan menjadi lenyap, Berbagai kebutuhan menjadi terpenuhi, Dan dengan sebab pertolongan beliau pula segala harapan tercapai, Begitu pula akhir hidup yang baik didapatkan, Berbagai gundah gulana akan dimintakan pertolongan dan jalan keluar dengan perantara wajahnya yang mulia, Semoga keselamatan juga tercurah kepada keluarganya, dan semua sahabatnya sebanyak orang yang Engkau ketahui jumlahnya.”

Syaikh berkata:

“Sesungguhnya aqidah tauhid yang diserukan oleh Al-Qur’an Al Karim dan diajarkan kepada kita oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada setiap muslim untuk meyakini bahwa Allah semata yang berkuasa untuk melepaskan ikatan-ikatan di dalam hati, menyingkirkan kesusahan-kesusahan, memenuhi segala macam kebutuhan dan memberikan permintaan orang yang sedang meminta kepada-Nya. Oleh sebab itu seorang muslim tidak boleh berdoa kepada selain Allah demi menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya meskipun yang di serunya adalah malaikat utusan atau Nabi yang dekat (dengan Allah). Al-Qur’an ini telah mengingkari perbuatan berdoa kepada selain Allah baik kepada para rasul ataupun para wali. Allah berfirman yang artinya:

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

“Bahkan sesembahan yang mereka seru (selain Allah) itu justru mencari kedekatan diri kepada Rabb mereka dengan menempuh ketaatan supaya mereka semakin bertambah dekat kepada-Nya dan mereka pun berharap kepada rahmat-Nya serta merasa takut akan azab-Nya. Sesungguhnya siksa Rabbmu adalah sesuatu yang harus ditakuti.” (QS. Al-Israa’: 57). Para ulama tafsir mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang berdoa kepada Isa Al-Masih atau memuja malaikat atau jin-jin yang saleh (sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Katsir).”

Beliau melanjutkan penjelasannya:

“Bagaimana Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa merasa ridha kalau beliau dikatakan sebagai orang yang bisa melepaskan ikatan-ikatan hati dan bisa melenyapkan berbagai kesusahan padahal Al-Qur’an saja telah memerintahkan beliau untuk berkata tentang dirinya:

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: Aku tidak berkuasa atas manfaat dan madharat bagi diriku sendiri kecuali sebatas apa yang dikehendaki Allah. Seandainya aku memang mengetahui perkara ghaib maka aku akan memperbanyak kebaikan dan tidak ada keburukan yang akan menimpaku. Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raaf)

Pada suatu saat ada seseorang yag datang menemui Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan: “Atas kehendak Allah dan kehendakmu wahai Rasul”, Maka beliau menghardiknya dengan mengatakan, “Apakah kamu ingin menjadikan aku sebagai sekutu bagi Allah? Katakan: Atas kehendak Allah semata.” Nidd atau sekutu artinya: matsiil wa syariik (yang serupa dan sejawat) (HR. Nasa’i dengan sanad hasan)

Beliau melanjutkan lagi penjelasannya:

“Seandainya kita ganti kata bihi (به) (dengan sebab beliau) dengan bihaa (بها) (dengan sebab shalawat) maka tentulah maknanya akan benar tanpa perlu memberikan batasan bilangan sebagaimana yang disebutkan tadi. Sehingga bacaannya menjadi seperti ini:

اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد التي تحل بها العقد

Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Allati tuhillu bihal ‘uqadu (artinya ikatan hati menjadi terlepas karena shalawat)

Hal itu karena membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ibadah yang bisa dijadikan sarana untuk bertawassul memohon dilepaskan dari kesedihan dan kesusahan. Mengapa kita membaca bacaan shalawat bid’ah ini yang hanya berasal dari ucapan makhluk biasa sebagaimana kita dan justru meninggalkan kebiasaan membaca shalawat Ibrahimiyah (yaitu yang biasa kita baca dalam shalat, pent) yang berasal dari ucapan Rasul yang Ma’shum?”

sumber  :  http://muslim.or.id/2007/09/07/shalawat-nariyah/

104 comments

  1. Ketahuilah hai saudaraku semua,,alquran dan sgala isinya adalah di peruntukkan bg mahluk ciptaa allah yg beriman dan bertakwa kepadanya,,
    Dan kt sbagai manusia di larang keras tuk merasa pintar,pandai,bisa,lbh tau dll,krn justru orang yg bgt lah orang yg paling bodoh di mata allah swt,,
    Lakukan sj apa yg harus kt lakukan yg semata mata krn allah swt,trims
    Salam perseduluran dari sy utk kesemuanya,wassalam

  2. kebenaran itu hanya milik Allah ,keburukan itu dari kita pribadi .
    semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua .allahumma aamiin..

  3. saya ingin bertanya siapah siih pembuat shalawat nariyah ini?… jangan-jangan shalawat ini memang sengaja dibuat untuk membuat kita bertikai

  4. Assalaamu`alaikum wr wb. Wahai teman-teman ana mau mintatolong,terutama kepada yang punya pendapat kata BIHI jadi BIHA dalam solawat nariah ini, kemanakah silah (`A id yang kembali) kepada kailmat ALLADZI (isim maosul)
    alladzi tanhallu biha
    allati tanhallu biha
    Muhammad allati .
    apakah masih bisa usahakan supaya benar kalimatnya?

  5. bismillahirrohmanirrohiim…………
    Allah maha mengetahui apa yg hambaNya jalankan dan apa isi hati hambaNya…
    janganlah kalian berdebat hanya untuk memecah belah keyakinan kita kepada nabi junjungan kita nabi Muhammad SAw. minta petunjuk ke padaNya dan berserah diri atas apa yg kita perbuat… lembutkan hati kita untuk menyikapi masalah ini karna Hanya Allah SWT yg maha tau

  6. dari pada debat masalah shalawat…….
    mending baca shalat yg bener dan bertasbih….
    mudah-mudahan lebih manfaat……
    biarin aja yang pake shalawat nariyah/ yg lainnya ataupun tidak…..
    masalah dosa biar allah yang jadi hakimnya melalui siapapun utusannya atau tidak melalui utusan sekalipun… :)
    pisssss all…….

  7. jangan berdebat sesama muslim, mari kita rapatkan barisan antar sesama muslim. karena umat muslim sekarang ini namanya sudah tercoreng dimata dunia. kita ini dijelek2an, difitnah, dan dipojokan. jangan cuma shalawat jd masalah yg panjang.. di indonesia ini banyak ajaran-ajaran yg menyimpang yg mengaku agama islam, jelas itu perusak agama.. harusnya itu yg kita wajib luruskan dan itu bukan tugas kepolisian.. tp tugas umat muslim semua. jadi masalah maulid, sholawat ga usah didebatkan… ngapain??? umat muslim ga akan maju2 klo gitu.. udah case closed,

  8. yaa elaaah… gmana tuh, ada yg mau baca shalawat pk di larang2… dari pd setelah shalat terus duduk2 baca koran atau nonton tv… karena ketakutan bid’ah & ogah bershalawat, ya apa salahnya baca shalawat itu dulu… ya Alloh, lebih tau segalanya niat kita… sory ya ane ikut komentar, karena ane ga merasa dari itu yg nama nya NU apalagi Muhamadiah, dll nya dah… hatur nuhun..

  9. Menurut asalnya sholawat Nabi ada 2 jenis : Sholawat yang di ajarkan oleh nabi sendiri kepada sahabatnya dan sholawat yang di di ramu dan di ajarkan oleh para ulama.Tentunya ulama disini tidak asal membuat lafal sholawat.So,sudah tidak di ragukan lagi jika sholawat dari ulama tersebut patut mendapatkan apresiasi juga berdasarkan kandungan kedalaman ilmunya/ke aliman beliau.Sholawat Nariyah yang di pertentangkan oleh saudara kita sesama umat muslim seharusnya tidak sampai membuat kita terpecah belah.
    Jika ada sebagian
    yang melakukan amalan ini ya di biarkan saja,toh mereka melakukan apa yang diyakininya.Tidak perlu sampai mengeluarkan statement bahwa si pelaku yang membaca sholawat bidah/syirik seperti anggapan mereka adalah “kafir”.Masya Allah…Dan bila ada sebagian yang menolak dengan dasar bidah ya silahkan saja.Ada yang lebih penting daripada meributkan sesuatu hal yang status hukumnya sebenarnya khilafiyah di antara perbedaan penilaian ulama.

    Saya sendiri berpedoman pada jawaban Habib Munzir Al Musawwa mengenai sholawat nariyah
    berikut kutipannya yang sayadapat di http://www.muslim.or.id

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
    Rahmat dan Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu mengiringi hari hari anda,
    saudaraku yg kumuliakan,
    mengenai shalawat nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga,
    ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yg terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah.
    Sebagaimana ucapan Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah, bila kami dihadapanmu maka jiwa kami khusyu” (shahih Ibn Hibban hadits no.7387), “Wahai Rasulullah, bila kami melihat wajahmu maka jiwa kami khusyu” (Musnad Ahmad hadits no.8030)
    semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka langsung memvonis musyrik,tentunya dari dangkalnya pemikiran tauhid,mengenai kalimat diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, adalah cermin dari bertawassul pada beliau saw para sahabat sebagaimana riwayat shahih Bukhari.
    mengenai anda ingin membacanya 11X, atau berapa kali demi tercapainya hajat,maka tak ada dalil yang melarangnya demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
    wallahu a’lam

  10. salamullohi alaik.
    Wah, adminnya gak tanggung jawab nie..

    niat an ente berdakwah ato mo memecah belah umat nie??

    terkutuk kelakuan ente kalo gitu dong..
    Mencari ilmu tu sangat diharuskan, tapi ya harus di guru kan dong..

    Alangkah baiknya kalo masih merasa dangkal ilmunya ngaji sama ahlinya dulu, lha wong baru bisa mengartikan belum taraf menafsirkan aja dah berani menghukumi orang lain..

    sekedar mengingatkan sesama muslim :
    kita akan mendapatkan pahala dari kebaikan yang kita ajarkan kepada orang lain dan amal orang yang melakukan apa yang kita ajarkan, namun berlaku juga sebaliknya kan??

    sekian dulu dah. moga debat kusir ini segera kelar, yang masih salah segera diberi hidayahNya..

    wassalam..

    Shollu ala sayyidina Muhammad..

  11. dasar orang goblok
    shlawat nariyah di bilang bid’ah ma ente……
    muka ente tuh yang bid’ah………..
    dasar orang sesat……..

  12. Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.

    Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.

    Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

    Jadi nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.

    Inilah riwayat singkat sholawat nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan sholawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran syekh.

    Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak.

    Inilah bacaan sholawat nariyah yang terkenal itu :

    “Allohumma sholli shollatan kamilah wa sallim salaman. Taman ‘ala sayyidina Muhammadiladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawa iju wa tunna lu bihiro ‘ibu wa husnul khowatim wa yustaqol ghomawu biwaj hihil kariim wa ‘ala aalihi washosbihi fii kulli lamhatin wa hafasim bi’adadi kulli ma’luu mi laka ya robbal ‘aalamiin”

    Artinya :

    “Ya Allah Tuhan Kami, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, ditunaikan segala macam hajat, tercapai segala keinginan dan khusnul khotimah, dicurahkan rahmat dengan berkah pribadinya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurnah itu semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan Engkau, Ya Tuhan semesta alam”

  13. hati-hati dengan orang orientalis, menafsirkan dan memaknai suatu ungkapan dlm bahsa arab yg sebenarnya dia tidak mengetahui sastara arab… segala sesuatunya pokonya tergantung dari niat kita.. toh baca sholawat maksudnya kecintaan kita kepada mahkluk Allah yg mulia, Allah sendiri memerintahkan kepada orang-orang yang beriman, untuk bersholawat kepada nabi Muhammad SAW.

  14. walaupun saya tidak setuju dengan artikel diatas tapi saya tetap menghormati pendapatnya.saya sendiri paling suka baca shalawat nariyah. baca karena cinta, saya malah ga tahu secara detail tentang manfaat dan syafaat. namun selain cinta, juga berharap akan manfaat dan syafaat diberikan dari ALLAH (saya ulangi dari ALLAH) karena kecintaan kita pada rosul dengan salah satunya bershalawat.terima kasih

  15. Assalammualaikum,
    Terusik juga ingin nulis komen.

    Kalo sholawat nariyah bid’ah, tidak diajarkan oleh Rasul, maka kalo kita punya hajat, trus berdoa, sedangkan doa yang kita minta tidak juga di ajarkan oleh rasul, jadi bid’ah juga ya?

    misalnya doa kita, Yaa Allah Lunaskanlah seluruh hutang2x ku .. Bid’ah ya jadinya? karena Rasul tidak mengajarkan yang demikian … trus misal karena rasul doanya pake bahasa arab, maka doa kita dengan bahasa indonesia juga jadi bid’ah ya?

    Kalo kita terjemahkan doa-doa para nabi dalam bahasa indonesia, misalnya Yaa Allah Hancurkanlah Kamu Musyrikin ….
    kalo kita pahami dalam bahasa indonesia berarti kita menyuruh Allah untuk menghancurkan kaum musyrikin…
    jadi hebat dong kita, bisa nyuruh2x Allah sedangkan kita sebagai makhluknya tidak ada hak sama sekali untuk itu.

    jadi, apakah sesempit itu pengertian kita terhadap penterjemahan bahasa arab ke bahasa indonesia?

  16. Ass Teman temanku muslim yang selalu mendapatkan cinta kasih ALLAH janganlah kita terjebak akan nafsu ibadah yang sesungguhnya nafsu itulah yang menghalangi tujuan ibadah kita yang sesungguhnya.dengan lapang hati jangan kita terjebak dengan nafsu2 itu bersatulah umat islam karena perbedaan adalah tiang tiang penguat bangunan Agama .

  17. Teman2ku sesama Muslim, aku prihatin dengan kalian semua yang suka berdebat mencari pembenaran masing2. Seperti Bani Israil saja kalian!!! Sucikan hati, rapatkan barisan Ukhuwah Islamiyyah. Pelajarilah AlQur’an & Alhadist dengan seksama.Kuasailah ilmu bahasa Alqur’an, nahwu, shorof, balaghoh, bayan, mantik dsb. JANGAN BELAJAR DARI KITAB TERJEMAHAN APALAGI DALIL YANG ASAL COMOT. Bahasa arab itu sangat sulit bagi yang tak memahaminya, jika kita menguasainya dengan baik & kejernihan hati niscaya tak ada debat kusir spt ini, tak ada yang namanya bid’ah, dho’if dsb. yang ada hanya KAMU BENAR DAN AKU SEMOGA BENAR. KITA SEMUA SATU UMAT MUHAMMAD. BERTAQWALAH DENGAN SEBENAR2 TAQWA.

  18. Suhanallah….mengapa harus mempermasalahkan hal-hal seperti itu, mohon jangan menggunakan dalil2 untuk menghujat. Apa jenengan sudah menjalankan apa yang Allah inginkan??? Apakah dalam ajaran yang disampaikan junjungan kami Nabi Muhamad SAW diajarkan menghujat, mengklaim….Maha Benar Allah
    TERLAKNAT ADALAH IBLIS

  19. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Saudara sekalian,
    Membaca Solawat itu adalah ibadah, sepertinya tidak ada pertentangan diantara kita.
    Yang menjadi pokok awal pembahasan di forum ini adalah Shalawat Nariyah yang jika dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai perbuatan syirik pada kata “bihi….”.

    Namun hal tersebut sudah diurai oleh Habib Munzir Al Musawwa mengenai sholawat nariyah, seperti disalin oleh saudara “a”, yang mana disimpulkan bahwa kata “bihi….” tersebut tidak berarti menjadi kata-kata yg berbau syirik (bisa dibaca kembali uraian beliau).

    Namun tetap juga ada saudara kita yang berpendapat bahwa kata “bihi….” dalam Sholawat Nariyah tersebut mengandung arti yg berbau syirik, dengan dasar keilmuan yg ia miliki.

    Kedua pendapat yang berbeda tersebut jika memang menggunakan landasan keilmuan yang dapat dipertanggung jawabkan maka Insya Allah, keduanya mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah. Mereka berbeda pendapat hanya dalam menarik kesimpulannya. Sedangkan dalam semangat ibadah dan mencari kebenaran Alhamdulillah, mudaha-mudahan diridoi Allah.

    Yang perlu sama-sama kita jaga adalah, jangan mudah menyalahkan saudara kita, hanya karena berbeda dalam menarik kesimpulan. Tetaplah jaga perasaan saudara kita dan jika berdiskusi gunakanlah kata-kata yang menyejukkan.

    Mungkin akan lebih bijak jika kita berkata seperti ini:
    -“Saya mengamalkan Solawat Nariyah karena menurut keilmuan yg saya miliki adalah…. sehingga saya menyimpulkan bahwa Solawat Nariyah bagus untuk diamalkan”.
    -“Saya tidak mengamalkan Solawat Nariyah karena menurut keilmuan yg saya miliki adalah….. sehingga saya menyimpulkan untuk tidak mengamalkannya”.

    Jangan menggunakan kalimat yg mengundang perdebatan misalnya:
    – Membaca Solawat Nariyah adalah bidah.
    – Tidak membaca Solawat Nariyah berarti tidak sayang Nabi.
    – dll.

    Mari yuk saudara sekalian, kita tetap bergandengan tangan walau berbeda dalam menarik kesimpulan dalam forum diskusi ini, dan jangan saling menyalahkan lagi.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  20. Asswrwb.Muhammad itu bagaikan pedang bermata dua!kalau dia keatas kekal adanya tapi kalau dia kebawah baharu adanya?untuk jelasnya tanyakan pada Guru Mursyid kalian?Insya Allah persoalan sholawat akan terjawab kebenarannya secara hakiqi.Wassalam TQN Djunaid AlQadri.

  21. bilamana tingkat pengetahuan orang itu masih dangkal maka ia akan mudah menyalahkan orang lain, karena ia mengukur sesuatu dengan ilimu pengetahuan yang dimiliki. Maka bila sesuatu itu tidak sesuai dengan ilmu yang dimiliki ia tak mau menerima pendapat orang lain, walau pendapat orang lain itu benar, tapi tidak sesuai dengan ilmu yang ada padanya maka ia akan menyalahkan, bahwa itu suatu kekafiran, bid’ah dan sebagainya. Orang yang demikian sering mengukur kekuasaan Allah dengan akal sendiri, dan sering mengatakan itu tidak benar, hal itu tidak mungkin dan sebagainya…Allahberfirman, bahwa seandainya air laut digunakan sebagai tinta untuk menulis ilmu Allah, ditambah sebanyak itu lagi niscaya tidak akan habis menulis ilmu Allah tersebut. Terkadang orang hanya mengetahui lewat mulut ke mulut, atau hanya sekedar membaca dari buku ke buku, setelah itu langsung mengambil kesimpulan tanpa terlebih dahulu meneliti atau ikut mempelajarinya bahkan mencoba untuk memahami dan menelaah secara lebih jauh, setelah semua telah terpenuhi barulah mengambil suatu keputusan, karena kita sudah memiliki data-data yang konkret dan fakta yang dapat dipertanggung-jawabkan untuk mengemukakan tentang cacat celadan kemudaratan suatu ilmu

  22. qt kan G mnymbah muhammad cm brslwat kpda ny. & hakikat tu hny allah yg pny mas.dlm shalat pun qt pnjt kan shlwat kpda muhammad.& dlam lafas 2 kalimat syahadat pun allah mnrangkan bhwa nabi utsn ny,bkn thn ke2 slain allah.inti nya muhammad ialah nabi yg mnjadi kecintaan allah karna ketaatan ny kpda allah. tlg mas jgn sdkt2 blg bid’ah lum tnt qt smprna.

  23. Ya Allah berilah petunjuk kaum muslimin kepada jalan-Mu yang lurus. Yaitu jalan yang ditempuh para sahabat, tabi’in dan tabiut tabiin, merekalah tiga generasi terbaik ummat ini, merekalah yang paling mengerti tentang ajaran islam, merekalah yang paling dalam pemahamannya dalam agama dan yang paling bersih hatinya.

  24. kalimat sebab itu sababiyah yg artinya perantara sedangkan hakikat itu artinya langsung dari Alloh Swt.untuk itu berpikirlah dngn jernih.

  25. kalimat sebab itu sababiyah yg artinya perantara sedangkan hakikat itu artinya langsung dari Alloh Swt. berpikirlah dngn jernih.

    1. makanya belajar agama dulu mas…ini smua dalilnya syekh2 nya orang wahabbi smua….ada ratusan juta orang ngamalin sholawat nariah ini diseluruh dunia dan yg mengarang kalo gak salah syeikh taqiyuddin an nabhani (salafus sholeh),berarti kalo dari 12 atau 13 abad yg lalu orang ngamalin shalawat ini masuk neraka smua dunk…ente doang dong yg disurga…baca riwayat2 ulama2 ahlu sunnah yg 4 madzhab jgn dalil ulama wahabbi terus yg kerjaannya selalu membid’ahkan orang dan mengkafirkan orang….

  26. Assalamualaikum..

    Janganlah kalian berbicara..
    Bila tidak tau ilmunya..
    Silahkan langsung tanyakan kepada guru mursyid kalian masing2, yang sudah hafal dan faham Al-Qur’an dan juga beribu-ribu hadist shahih…
    Jangan menggunakan jalan fikiran sendiri, sedangkan kalian tidak faham ilmunya…
    Karena akan menyebabkan perselisihan yang tak kunjung selesai…

    Yuuu… Kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Hadist..

    Wallahu’alam…

    Semoga perdamaian dalam islam akan selalu ttap terjaga…Amiin…

    1. Salam……………
      Ustadz Maaf tolong dijawab 1. apakah termasuk syirik perkataan berikut ini : Saya sembuh sebab obat ini.padahal hakikatnya Allahlah yang menyembuhkan. ?
      2. bedakan perkataan diatas dengan petilan kata2 dalam solawat nariyah berikut ini : Berkat beliau (Nabi) kesulitan menjadi lenyap.
      matur nuwun. saya tunggu jawabanya.

  27. biarkanlah kami bershalawat untuk Rasulullah S.A.W
    jangan disalahka..

    semua tergantung niat , dan ini niat kami mengagungkan Nbi dengan cara ini..

    Wallahua`lam..

  28. Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror.

  29. sEBAIK-BAIK PETUNJUK ADALAH PETUNJUK NABI MUHAMMAD SHOLLOLLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM.. PARA SAHABAT KETIKA TURUN AYAT TTG BERSHOLAWAT KPD NABI MEREKA BERTANYA KPD NABI PADAHAL DI ANTARA SAHABAT BANYAK YG AHLI SYAIR YG SYAIRNYA BISA MENYIHIR MANUSIA KRN KEINDAHANNYA, MEREKA PALING FASIH BHS ARAB NAMUM MEREKA TDK ADA SEDIKITPUN BERANI MEMBUAT-BUAT SHOLAWAT KPD NABI TTP MEREKA MENYERAHKAN KPD NABI.. LALU APA JAWABAN NABI, ” Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Kitab al-Anbiya`, Bab, 6/408, no. 3370; dan Muslim, Kitab ash-Shalah, Bab ash-Shalat ala an-Nabi,, 1/305, no. 406; dan lafazhnya:

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

    “Ya Allah bershalawatlah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.”
    al-Bukhari ibid, 6/407 no. 3369 dan Muslim ibid, 1/306 no. 407 dari hadits Abu Humaid as-Sa’idi dan lafazhnya adalah;

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ، وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

    “Ya Allah bershalawatlah kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya sebagaimana Engkau telah melimpahkannya kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.”
    .
    Ini 2 dari 12 macam sholawat yg Nabi ajarkan langsung… lalu kenapa bukan ini yg kita amalkan melainkan rangkaian kalimat2 g dibuat-buat lalu dikatakan sbg sholawat?????

  30. hati2 dg produk yahudi,yg atas menamakan islam,memutar balikan qur’an dan hadist mereka selalu menyerang islam dg menanamkan keraguan2 akan amal ibadah?mari kita ikuti amal2 ibadah yg sdh di contohkan ulama2 salaf/terdahulu,sebab mereka lebih faham dg apa yg mereka kerjakan.ingat jg tertipu dg mereka sebab di akhir zaman ini bnyk ulama2 su / jahat,mereka hny bisa mencacimaki,memfitnah sesama saudara muslim?ALLAH HU AKBAR

  31. hey mr.sunnah,

    ente ngeklaim mr. sunnahkan? apa yg dicontohkan rosul ikutin, apa yg tidak tinggalin. nah… dulu rosul tuh perangi kafir berapa kali ? polygami berapa kali. kok wahabi gak ada yg ikutan ya? bukanya itu sunnah?

  32. yang bid,ah itu pornografi, diskotik, jadi bandar judi nonton bioskop, godain bini orang dll. masih banyak lagi. ok bos…!!!

    lebih baik dari yg bid,ah. ada pesanten, ada listik, ada sekolah , ada rumah sakit,ada pesawat, ada komputer.ada motor, ada mobil, bisa nonton tv, dengerin pengajian

    1. Saudara Roy..dan saudara2ku semuanya yang salah kaprah dalam memahami istilah “Bid’ah”…mungkin dalam forum ini kita bisa mengkaji maksud bid’ah yang merupakan kesesatan dan diancam dengan neraka.

      Bid’ah secara bahasa berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. (Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 1/91, Majma’ Al Lugoh Al ‘Arobiyah-Asy Syamilah)

      Definisi bid’ah secara istilah yang paling bagus adalah definisi yang dikemukakan oleh Al Imam Asy Syatibi dalam Al I’tishom. Beliau mengatakan bahwa bid’ah adalah:

      Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

      Ringkasnya pengertian bid’ah secara istilah adalah suatu hal yang baru “dalam masalah agama/peribadahan” setelah agama tersebut sempurna.

      Pesawat,tv,cangkul,internet,mobil,pengeras suara, dan hal2 lain yang tidak masuk dalam masalah peribadahan maka bukan itu yang diancam dengan neraka.

      “Semua ibadah hukumnya Haram,kecuali ada dalil yang memerintahkannya”

      “Semua Muamalah(selain ibadah) hukumnya mubah,kecuali ada dalil yang melarangnya”

      Sekarang tugas kita adalah mempelajari agama Islam ini dengan dalil2 yang berasal dari Alquran dan yang telah ditafsirkan oleh Rosulullah dengan Haditsnya.

  33. Ass. Wr. Wb.
    Daripada ente bilang ini sholawat bid’ah, yang baca sholawat ini musyrik, kena dosa, mendingan ente bid’ah in tuh bandar judi, diskotek, pornografi, dll.

    Jangan menghukumi sesuatu dengan pendapat sendiri. orang-orang macem kita belum bisa dan pantas membuat fatwa. Ikutin ulama-ulama dahulu yang alim, faqih, dan sholeh. Ulama yang mengarang sholawat ini lebih alim dan faqih dibanding kita. Baca riwayat hidupnya biar ente kenal keilmuan dan akhlaqnya. Beliau hafal Al-Quran dan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Kita?
    Jangan sembarangan menuduh ulama, sebab Rasulullah SAW mengancam orang yang memusuhi ulama akan mati su’ul khatimah dan tidak akan bersama beliau SAW di hari kiamat. Bukankan ulama pewaris para nabi? Bukankan orang yang paling takut kepada Allah SWT adalah para ulama? Bukankah orang yang paling faham agama adalah para ulama?
    Sholawat ini sudah berumur ratusan tahun dan diamalkan para ulama kita. Terbukti keberkahannya pada orang yang istiqomah mengamalkan sholawat ini. Seandainya sholawat ini bertentangan dengan akidah dan syariat, pasti akan hilang dengan sendirinya. Tapi nyatanya?
    Mari ngaji dengan benar. Ngaji agama itu bukan di internet, bukan baca buku doang, tapi di depan guru yang istiqomah dan bersambung jalur keilmuannya dengan para gurunya terus hingga kepada Rasulullah SAW. Insya Allah tidak akan sesat dan salah. Amin.

  34. … Saudara2 ku…

    jangan2 Dosa kita saling mencela sesamu muslim…. lebih besar dari dosa bid’ah itu sendiri…. dipojok sana , syetan bertemuk tangan gembira… melihat umat akhir jaman, dengan cantiknya terpecah belah, dan saling menghujat sana-sini…

    Rosul manusia Agung, yg Dengan hikmatnay mencotohkan kita bagaimana hal-hala paling mendasar, dari mulai sikap..dll

    Ayo…kita sampaikan dengan dingin, demi tercapainya ridho Allah…karena tidak ada yg menjamin, kita paling benar ..apalagi paling di terima Oleh Allah…hati2…mulut kita akan diminta pertanggungjawaban atas ini semua…

    Ayo..kita bangun ukhuwah diatas perbedaan.Agung ini…sama2 mengejar Kasih Sayang Allah….mari kita saling mendoakan, dengan Doa terbaik untuk semua saudara2 kita diforum ini…salam.

  35. masalahnya siapa yang tahu bid’ah an tidaknya secara jelas… kebenaran dari allah dan allah lah penentunya… toh masalah bid’ah hitu di tingkat ulama’ berkelas aja belum beres. subhanallah …. tak usah dirisaukan

  36. berSHOLAWAT pada dasarnya adalah doa kita ummat nabi muhammad kepada beliau, sebagai bentuk kecintaa kita kepasa baginda nabi, memang salah jika kita bersholaa dengan tujuan untuk mendapatkan pertolongan dari nabi, sebab nabi hanya manusia biasa yang mdiberi kemulian oleh Allah sebagai rosul. hanya Allah yang bisa menolong kita

  37. apa-apa bid’ah… ah benar-benar payah………
    rosul jaman dulu g pernah pake internet…………. jadi bid’ah dong…?
    Kita mengenal Allah lewat Muhammad Saw. Doa itu menyampaikan terima kasih kita atas Muhammad.
    Payah Kau!

  38. Tolabul ilmi itu hukumnya wajib
    Janganlah bangga kita mengaku diri awam
    Menjadi awam adalah tercela
    SHALAWAT NARIYAH, artinya aja Nar=api /Neraka
    SHOLAWAT NARIYAH = PENGANTAR KE NERAKA

    wallahua’lam

    1. Ente emang udah hapal kitab-kitab nahwu, shorof, balaghoh, sastra Arab? Main terjemahin aje semau ente. Tholabul ilmi wajib. Perhatikan dari siapa ente nganbil ilmu. Jangan jangan die ngambil ilmu bukan dari ulama, tapi dari orang kafir. Alafu.

  39. bagi kita kaum islam yang awam tentang bi’dah dan tidak,saya rasa dalam beribadah kita kembalikan kepada masing2 person,apabila dalam melaksanakan ibadah niatnya hanya untuk mencari kebaikan dan pahala dan hanya ALLAH SWT yang bisa menilai apakah ibadah kita ini benar atau tidak,jadi janganlah sedikit perbedaan membuat kita saling memojokkan dan mencari kebenaran sendiri2..

    Wassalamualaikum. Wr.Wb

  40. yaa aiyuhal ladziinamanu shollo alihi wasallimuu taslimaa, kadang2 kita terjebak pada yang tersurat tanpa perna mendalami yang lebih dalam lagi makna yang tersirat…jangan gampang kang menjustifikasi seseorang melakukan bid’ah atau tidak alangkah kita lebih bijak evaluasi diri

  41. Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Pak, tolong dan bantu saya saya ingin dzikir dengan niat ingin menghilangkan masalah yang saya hadapi. Tolong Surat apa yang bisa menghilangkan masalah atau Hadits apa yang bisa. Tolong kirimkan ke puput_bagas@yahoo.com

    Sebelumnya teirma kasih banyak ya pak.
    Wassalamu Mualaikum Wr. Wb

  42. janganlah kita menjustis sesuatu jk kita sendiri tidak tau kebenarannya….Islam bukan agama ya otoriter, jika sudah A harus A..orang sholat aja ga bs berdiri disuruh duduk….alangkah baiknya jika kita menghormati perbedaan…bagi sebagian ummat Islam sholawat itu bid’ah tapi bagi sebagian lagi sholawat merupakan penghormatan bagi Nabi Muhammad SAW…artinya sholawat itu sunnah, orang orang yang membaca sholawat itu dilakukan atas penghormatan kepada Nabi Muhammad sebagai nabi akhiruzaman…toh kita ga pernah berkenalan dengan Beliau, apa salah jika rasa terimakasih kita kepada Beliau kita membaca sholawat kepada beliau

  43. Tak kan pernah seorang anak manusia mendapatkan kemuliaan di sisi Allah bila tidak pernah memuliakan seorang manusia yang telah jelas-jelas dimuliakan oleh Allah Yang Maha Mulia.

  44. Lagi-lagi……………………………..
    Emang ente tahu ente yang benar disisi-Nya
    Emang ente tahu shalat ente sudah diterima
    Emang ente tahu doa ente sudah terjawab
    Emang ente tahu ente bakal dimasukkan mana nanti setelah diakhirat, di surga atau neraka…
    Gak usah menyalahkan lah, nanti timbulnya malah dengki dan saling menyalahkan….
    Kalau hati isinya cuman menyalahkan dan dengki, terus kapan hati itu ingat kepada Allah..

  45. Saya telah membaca dari awal hingga akhir artikel ini, kalau kedua penganut diatas bagaimanapun bentuk dan upayanya tidaklah mungkin bisa disatukan, menurut saya lebih baik kita kembalikan pada hati nurani kita yang palig dalam kalau hal ini yang kita yakini adalah benar insyaallah benar karena allah pasti memberi petunjuk dan nurNya kepada hati, bagaimanapun suara hati tidak mungkin bisa kita bohongi, semuanya amal itu bila dengan niat baik insyaallah Tuhan pasti meridhoinya amin.

    1. segala sesuatu dasarnya ya quran dan hadits.ini yang menjadi dasar bukan hati nurani dulu.kalau ibadah dicampuri dengan kesyirikan ya tidak benar,…

  46. Tolong jangan sembarangan memutuskan sesuatu hal itu bid’ah, apalagi klo ente belum menguasai ilmu-ilmu islam.
    dan hati-hati jangan sampai ente ikut-ikutan orang yang ente sendiri belum tau sedalam mana orang tersebut menguasai ilmu-ilmu islam.
    Semua itu tergantung dari niat hati masing-masing manusianya, apakah ia membaca shalawat nariyah untuk memohon kepada nabi Muhammad SAW atau kepada Allah.
    Tapi yang jelas mereka mengamalkan shalawat nariyah pastinya untuk memohon kepada Allah.
    Semua orang juga tau klo memohon kepada selain Allah itu Syirik.

  47. Jadi itu bukan perbedaan tapi itu antara haq dan bathil, lihat jika di contohkan dan di ajarkan nabi berarti benar kalo tidak yg bidah. Ndak usah di bela ya bidah itu. Bidah itu tempat nya sesat dan di neraka. Nabi bersabda. SETIAP BIDAH ADALAH SESAT DAN SETIAP YG SESAT DI NERAKA..-ikut sunah ya jangan bidah.

  48. Jadi itu bukan perbedaan tapi itu antara haq dan bathil, lihat jika di contohkan dan di ajarkan nabi berarti benar kalo tidak yg bidah. Ndak usah di bela ya bidah itu. Bidah itu tempat nya sesat dan di neraka. Nabi bersabda. SETIAP BIDAH ADALAH SESAT DAN SETIAP YG SESAT DI NERAKA..-ikut sunah ya jangan bidah.

  49. pada saat akhir jaman, shalawat adalah laku ibadah yg paling cepat untuk mendekat kepada Tuhan.
    *shalawat yg seperti apa? bukankah sebagian besar diantara kita hanya terjebak dalam pembahasan2 apakah bid’ah ato enggak? setelah sibuk2 “berdebat” sudahkah kita bershalawat??
    *shalawat, bagi kalangan arif billah, tidak melulu hanya yg diucapkan di lisan saja!!! tetapi ada yg namany “laku shalawat”…
    bahkan setiap anggota tubuhpun ikut bershalawat….
    *kalo melihat perbedaan penafisran seperti tulisan diatas, kebanyakan kita masih terhijab oleh tulisan (huruf), belum sampai kepada makna hakiki dari shalawat.

    *terima-kasih, salam dr sy.

    1. Eh bahlul, belajar dulu dong! Berarti sahabat-sahabat Nabi SAW musyrik semua dong? Mereka berebut kena air bekas wudhu Nabi SAW agar dapat keberkahan. Sayyidina Umar RA minta dikubur d dekat Nabi SAW supaya dapat keberkahan Nabi SAW. Ente lebih alim dari sahabat Nabi SAW Radhiyallohu anhum ajmain? Ente udah apal berape ribu hadis? Main ngomong syirik aje. Emang surga punya ente? Belajar dulu dah, belajar ama guru yang punya sanad keilmuan sampai kepada Rasulullah SAW, jangan ama internet ya. Ntar ente kemakan paham orang-orang yang mau menang sendiri aje. Alafu.

    2. Saudaraku sesama muslim yang saya hormati,orang yang sudah mati baik itu nabi maupun yang lain,mereka tidak bisa mendengar,kalaupun bisa mendengar mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa kepada kita (ini ada dasarnya dalam quran)..Kewajiban kita mendoakan mereka yang sudah meninggal,ingat syafaat hanya dengan izin alloh (ayat kursi).tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin Alloh.Semoga dengan izin Alloh Muhammad memberikan syafaat bagi kita semua,amien.jadi bukan blinger atau keblinger….sobat..

  50. cobalah kita sedikit lebih arif memahami konteks permasalahan ini. bagi anda yang merasa sudah menemukan jawaban atas pertanyaan anda, saya ingin anda berusaha lebih dalam tanpa ada keinginan untuk memvonis kesesatan suatu amalan. karena motif itu jelas sangat rendah dan tidak bernilai. jangan juga lantas pemahaman kita yang sangat subjektif itu kemudian membentuk penafsiran yang rendah terhadap kandungan shalawat, lagi-lagi saya ingatkan penghinaan anda terhadap amalan sekelompok orang terlebih itu adalah shalawat nabi, akan menjadi penghambat dan pemberat timbangan dosa anda di akhirat. karena mereka para pengamal sudah merasakan ma’unah yang sangat dalam dan membekas dalam batin serta menambah kecintaannya kepada Tuhan. saya ingatkan bagi mereka yang belajar agama secara dangkal dan menyodorkan argumentasi Tuhan seakan-akan merepresentasi Tuhan, ingatlah bahwa sesungguhnya anda tidak benar-benar berada di dekat-Nya. karena kesadaran agama sesungguhnya hadir melalui proses penghayatan yang panjang dan berliku-liku. jangan juga anda terlalu sering menyebut-nyebut Tuhan dengan hati yang kering, karena Ia sesungguhnya jauh dari jangkauan pikiran dan jiwa anda walaupun disebut-sebut Ia dekat, untuk itulah Nabi Muhammad mempunyai peran, manjadi penghubung, karena sekali-kali kita tidak akan selamat tanpa tarbiyahnya. janganlah kau sombong merasa berada dekat dengan Tuhan, padahal jelas-jelas nabi bersabda tidak diterima do’a seseorang tanpa bershalawat padaku, beliaulah sosok agung yang paling dekat dengan Nya, paling taqwa, juga paling tawadhu dan tidak sombong untuk itulah ia tidak membesar-besarkan namanya dalam lantunan shalawat yang keluar dari lisannya “Allahumma Shalli ‘ala Muhammad” tanpa ada kata-kata sayyidina, maulana, syafie’ina dan seterusnya karena nabi terbebas dari keinginan untuk membesar-besarkan dirinya. lantas apakah kita yang hidup sekarang setelah 1400 tahun pantas menyebut namanya langsung? sedangkan Tuhan mengingatkan kita untuk tidak memanggil Nabi dengan sebutan yang sama ketika kita memanggil teman sejawat. untuk itu marilah kita bersenandung penuh cinta dengan bershalawat kepada panutan agung pemimpin umat manusia, habiibina, maulana Sang Nabi akhir zaman dengan lantunan shalawat yang penuh kecintaan dan penghormatan (ta’zhim) yakinlah wahai sahabat engkau berada dalam lingkaran radiasi bathin yang akan mendekatkamu kepada pencipta, karena ma’rifat Allah hanya bisa digapai dengan ilmu dan pusat ilmu ma’rifat itu ada pada Nabi Muhammad. Berbahagialah mereka yang bershalawat

    1. kalau tuntunannya tidak pakai sayyidina yaaa kapanpun nggak pakai,masalahnya pantas atau tidak pantas,yang penting dasar dalilnya ada atau tidak???jangan lantas menambah-nambahi tanpa dasar.Semoga kita selalu diberi petunjuk Alloh SWT,Amien

  51. ibadah boleh tapi ada syaratnya :
    1. Ikhlas
    2. I’tiba’ Rasulullah
    nah shalawat nariyah ada contohnya g? kalo g ada berarti bid’ah
    kata imam Malik barang siapa yang membuat perkara baru (muhdats) maka ia telah mengatakan bahwa Rasulullah telah berkhianat terhadap Risalah yang di embannya…astaghfirullah..semoga orang2 yang menganggap sholawat ini tidak mengatakan demikian

  52. Assalamu’alaikum. Wr.Wb.
    Dilingkungan ana saat ini lagi pada giat baca Shalawat Nariyah, setiap malam Jum’at. Awalnya ana ikuti, tetapi ada beberapa artikel yang ana baca, bahwa itu bid’ah. Ana jd bingung. Yang biasa baca tolong kasih dalil yg dukung/ membolehkan, biar semua jadi jelas.
    wasaalam

    1. dalil yang kuat sholawat nariyah belum pernah saya jumpai,tapi dilihat artinya kita harus hati-hati.karena yang membuat segalanya adalah Muhammad,padahal Rosul menyampaikan risalah Tauhid, kalau sholawat yang mengandung kesyirikan ini dabaca di Masjid danterus dibaca,bagaimanakah ibadah yang kita lakukan?kalau syirik akan terhapus amalnya bagaikan debu yang berterbangan (Quran) Mari kembali ke Sholawat Ibrahimiyah aja yang sesuai tuntunan Rosululloh SWT.

  53. Teganya mengatakan sholawat nariyah sesat, syirik !

    Banyak sekali artikel-artikel yang ditulis oleh segolongan kaum yang mengatakan sholawat nariyah itu sesat, syirik.

    Padahal sholawat ini ditujukan untuk Rasulullah, tidak ada yang lain.

    Berikut ini jawaban Habib Munzir Al Musawwa mengenai sholawat nariyah

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Rahmat dan Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu mengiringi hari hari anda,

    saudaraku yg kumuliakan,
    mengenai shalawat nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga,

    ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yg terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah.

    Sebagaimana ucapan Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah, bila kami dihadapanmu maka jiwa kami khusyu” (shahih Ibn Hibban hadits no.7387), “Wahai Rasulullah, bila kami melihat wajahmu maka jiwa kami khusyu” (Musnad Ahmad hadits no.8030)

    semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka langsung memvonis musyrik, tentunya dari dangkalnya pemahaman atas tauhid,

    mengenai kalimat diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, adalah cermin dari bertawassul pada beliau saw para sahabat sebagaimana riwayat shahih Bukhari.

    mengenai anda ingin membacanya 11X, atau berapa kali demi tercapainya hajat, maka tak ada dalil yg melarangnya,

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    wallahu a’lam

  54. subhanallah ….
    bisa saya sampaikan, ternyata masih banyak juga, kaum muslim yang pesuli dengan Dien ini, nyatanya banyak yang menanggapi permasalahan ini…
    Namu, mungkin ini sarana edukasi kita dalam pemahaman Islam secara benar. Ada bbrp poin:
    1. Dlm menyampaikan suatu ilmu ternyata memang susah, dan kita butuh kesabaran.
    2. Cara / metode bicara sungguh harus diperhatikan …. banyak orang kini takut sedikit2 bid’ah. Nah, kalo memang ragu2 mending kan ditinggalkan sekaligus mencari dalil (baik dari guru/baca) yang shahih.
    3. Dalam menanggapi suatu masalah Dien ini, janganlah dengan memakai pikiran kita ataupun perasaaan kita (apalagi menyangkut ibadah), kebanyakan sekarang ini kok banyak perintah ataupun larangan Allah dan RasulNya oleh manusia dilihat dari sudut pandang si manusia …. kan jadi salah kaprah …. dan bisa bertolak belakang …..
    wallahualam bisshawab

  55. yang perlu digarisbawahi adalah ucapan ini “………sebab beliau ikatan-ikatan (di dalam hati) menjadi terurai, Berkat beliau berbagai kesulitan menjadi lenyap, Berbagai kebutuhan menjadi terpenuhi, Dan dengan sebab pertolongan beliau pula segala harapan tercapai, Begitu pula akhir hidup yang baik didapatkan, Berbagai gundah gulana akan dimintakan pertolongan dan jalan keluar dengan perantara wajahnya yang mulia…….”
    jadi,….dari ucapan itu Alloh telah kalah oleh hamba-Nya yang bernama Muhammad shollaloohu ‘alaihi wasallam.

  56. alhamdulilah..semua kita kembalikan ke ALLAH,hanya kepadanyalah kita berserah,bagi yg menganggap Sholawat nariyah itu bid’ah itu hak dia,yg jelas secara pribadi saya sdh merasakan barokah & ketenangan setelah mewiridkan sholawat nariyah tersbut,itupun hrs melalui perjalanan yg panjang melalui seorang mursid yg ahli fiqih tafsir,jadi nggak asal ikut2tan saja.
    seandainya ada rekan2 yg masih mengamalkan sholawat nariyah monggo …insya ALLAH barokah….amin

  57. menurut saya, tidak bisa kita menilai bahasa arab itu dari arti saja. seperti shalawat nariyah. dalam artinya itu memang terkesan ada pengagungan berlebihan. tapi bukannya lebih baik ditelaah lebih lanjut artinya. bahasa arab itu penuh kiasan dan tidak baik bagi kita yang awam bahasa arab itu menjudge seenaknya.

    sebagai contoh: tidur orang berpuasa berpahala dianggap berpahala. hadis populer ini dianggap lemah. padahal arti sebenarnya itu bukan tidur orang berpuasa itu berpahala. tetapi bila orang berpuasa itu tertidur di sela sela ibadahnya, maka tidurnya itu dihitung berpahala. bukan pas berpuasa, kita tidur terus sampai magrib itu berpahala.

    untuk masalah sholawat, saya pernah dengar dari seorang ahli tafsir kalau sholawat itu sebenarnya untuk yang membaca. kenapa? karena rasulullah itu sudah penuh dengan kebaikan. ibaratnya seperti gelas yang sudah terisi penuh. kalau kita bacakan sholawat, gelas itu akan luber ke sekelilingnya. jadi kebaikan sholawat itu pada dasarnya untuk yang membacanya, bukan semata mata

  58. saya memang sudah bertahun2 mengamalkan shlawat Nariyah ini, dan sepertinya setelah saya telusuri, shalawat ini seperti syubhat, karena mengandung pengangungan nabi secara berlebihan yang bisa ‘menyerempet’ aqidah.

    Kemungkinan saya cari sholawat tipe lain yang lebih “bersih” deh. Karena ada beberapa shalawat yang seperti terlalu mengkultuskan Nabi Muhammad SAW.

    1. mas seorang nabi memang dikultuskan.jangankan kita memuji nabi kita memuja ibu kita sendri boleh boleh saja,batasannya anda sendiri yang harus tau dong

  59. mid’ah itu selagala sesuatu yang tidak dikerjakan nabi, misalkan bapak kita yang dikampung sebagai petani maka yang dilakukan beliau itu semuanya bid’ah, kita yang bekerja dikantor juga mid’ah, naaah maka sebagian besar dari hidup kita itu termasuk bid’ah.
    apakah bid’ah itu seluruhnya buruk ?

    Nabi Muhammad hanyalah manusia “ingat” tidaklah mungkin mewadahi seluruh kebaikan yang diciptakan Alloh….

  60. Sebagai orang awam kita tidak mengerti permasalahan shalawat nariyah ini bid’ah atau tidak karena kita semua tidak ada yang tau selain allah SWT. saya pernah mendengar bahwa nabi MUHAMMAD SA W pernah menganjurkan UNTUK bershalawat apa saja yang kita bisa kepada dirinya, jadi biarkan kita bershalawat apa saja yang kita ketahui jangan malah melarangnya…

  61. Permasalahan shalawat itu bid’ah atau tidak itu kita serahkan kepada Allah SWT karena hanya DIA yang pantas memastikannya, kalau boleh saya sarankan, coba anda baca lagi dengan lengkap artinya yang diawal menyebutkan YA ALLAH berarti kita memanjatkan do’a kepada Allah untuk melimpahkan rahmat dan memohonkan kelselamatan kepada nabi Muhammad? salah kalau kita berdoa’a kepada Allah untuk keselematan seseorang? Kalau begitu jika kita berdoa kepada Allah memohon keselamatan untuk orangtua kita berarti bid’ah juga? kalau begitu ANDA yang gak bener niiih

  62. Yaa Ahlusunnah wal jama’ah……saya mau sharing saja neh….pada tahun 2001 aku berhutang dengan jumlah yang cukup besar -+ 30 juta rupiah ( ini pengalaman nyata ), sehingga setiap hari saya hanya termangu memikirkan bagaimana caranya hutang dgn sejumlah itu bisa terlunasi…..sementara gaji saya pada saat itu 1 juta rupaih/bulan….dengan istri dan seorang anak, pada suatu malam setelah saya lihat ank dan istri saya tirur…maka menetes air mata ini melihat mereka dengan orang yang menjadi tulang punggung mereka mempunyai hutang yang besar…..setelah hampir kering air mata ini, jiwaku terasa sangat galau…sehingga kuputuskan unutk sholat hajat -+ pada saat pukul 1:00 dini hari…setelah aku melakukan sholat hajat untuk ketenanganku..kulanjutkan dengan membaca sholawat nariyah …dan tiada terasa aku membacanya hingga hampir waktu subuh…….Yaa ALLAH……maha pemurahnya engkau 2 minggu setelah itu aku bisa membayar hutang2ku semua…..tentu jalannya dari ALLAH SWT yang akupun tidak mengira ngira….apakah ini suatu kebetulan ataukah ini barokah dari sholawat nariyah yang kubaca terus menerus untuk diriku tenang……..itu semua kembali kepada ALLAH SWT….karena dialah yang maha tahu dalam segalanya.

  63. saya pernah baca, kalo tidak salah, sholawat nariyah itu artinya seperti kiasan dalam bahasa arab, kebanyakan orang arab yang paham sastra arab tidak menganggap arti dari sholawat ini menjurus ke syirik, kurang lebih begitu… pentingnya sholawat karena nabi sebagai kekasih Allah SWT adalah perantara doa dari kita kepada Allah SWT. semoga Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya…

    1. Mas Aziz…baru baca ya, banyak-banyak belajar membaca biar pinter…Lha wong Sholawat Nariyah kok Ayat Alloh

  64. Bagi saya yang awam sederhana saja, pertanyaannya adalah apakah ada manusia yang lebih baik dari pada RASUL kita MUHAMMAD jika tidak ada kenapa kita harus mengikuti yang lainnya. Seperti ber shalawat ,Rasullullah telah mengajari kita bagai mana cara bershalawat untuknya. Jadi kenapa kita tidak mengikuti sabda beliau ?

    1. Jawabannya Benar tidak ada manusia yang lebih baik dari Nabi SAW…Pertanyaannya : Siapa yang tidak mengikuti sabda Beliau ?

      Makanya rangkaian kata-kata itu dinamakan Sholawat Nariyah bukan Sholawat Ibrahimiyah jilid 2…dan tidak ada yang mengganti Sholawat Ibrahimiyah dengan Sholawat Nariyah dari sisi manapun, mengapa dianggap tidak mengikuti sabda Beliau ? Silahkan anda Bidahkan kalau ada yang menyatakan Sholawat Nariyah sebagai pengganti Sholawat Ibrahimiyah…Lha wong semua yang ada dilangit dan bumi bisa kita jadikan untuk mengingat kebesaran Allah SWT kenapa melantumkan Syair Sholawat Nariyah harus anda salahkan.
      Setahu saya para Sahabat Nabi SAW tidak melakukan Ibadah Sholat dengan memakai sarung/celana panjang/rukuh/peci/kupluk..minta tolong ya saya jangan di Bidahkan karena saya menutup aurat ketika Sholat dengan itu

  65. Dari pada kita berdebat bahkan sampai bertengkar tentang masalah shalawat nariyah, shalawat badar dan shalawat-shalawat lain yang memang tidak jelas sumbernya itu, apakah tidak lebih baik kita amalkan saja shalawat yang berasal dari Rasulullah SAW yang diajarkan kepada para sahabat. Coba carilah shalawat-shalawat itu di kitab-kitab hadits yang tidak diragukan kesahihannya, seperti sahih Bukhari, Sahih Muslim, Al-Muwatha, Musnad Ahmad, dan kitab-kitab hadits sahih lainnya. Insya Allah jumlahnya juga tidak sedikit. Silahkan shalawat-shalawat tersebut dibaca setiap hari sepuluh kali, seratus kali atau seribu. Bukankah lebih aman? Kita masih tetap mempunyai kesempatan untuk memperoleh banyak pahala dan terhindar dari kemungkinan bid’ah dan syirik. Setuju?

  66. assalamualaikum ustad

    afwan sebelumnya.
    saya ingin bertanya. bagaimana hukumnya apabila kita terkena najis ketika kita mempunyai wudhu. pernah saya bertanya ke orang lain katanya batal tetapi katanya ada hadits nya. kalau pandangan ust seperti apa?
    syukran
    jazaa kumullahu khair

  67. apa yang dikatakan dalam artikel itu jika memang benar terimalah dengan lapang dada…jadi cobalah kita menerima apa yang disampaikan tersebut. cobalah kita instropeksi/koreksi ibadah kita, sudah sesuai belum dengan dalil yang shohih dari alquran dan assunah.tentu kita juga mengkaji tata cara ibadah nabi kita beserta orang-orang yang dekat dengan beliau(para sahabat nabi). bukan sekedar ikut-ikutan tanpa ada dalil yang benar. dal;am ibadah kita dilarang mengikuti tradisi nenek moyang/bapak-bapak kita padahal belum tentu kebenaranya.Q.S. Al Maidah: 104

    1. Allohu Akbar…Begitu indahnya Sholawat Nariyah. Saya jadi bingung dengan Syeh atau Bapak Muhammad bin Jamil Zainu…Mengapa bisa dibengkok-bengkokkan seperti itu ? Entah Bapak ini orang mana…dari namanya mungkin orang Arab…Pernah dengar Lagu Garuda Pancasila, Bapak ? begini petikannya “..Pancasila Dasar Negara Rakyat Adil Makmur Sentosa..” Terus Panjenengan artikan ” Rakyat Indonesia Tidak mengakui Keadilan dan Kemakmuran datangnya dari Alloh SWT, tapi dari Pancasila “…Begitu ? terus menganggap kami Syirik..Begitu ? Lha bisa tak tampar mulut Bapak nanti…Kembali pada Sholawat Nariyah…Sebenernya Bapak Muhammad bin Jamil Zainu orangnya MUNA..mas-mas dan mbak-mbak tak bilangi ” Pak Muhammad bin Jamil Zainu ini sebenarnya juga penggemar Sholawat Nariyah, tapi karena ingin dikenang namanya sebagai penggubah Sholawat Nariyah maka syairnya diganti HU jadi HA ” Benerkan Bapak ? jangan MUNA lho. Yang terakhir…Siapa yang Bapak bilang meninggalkan Sholawat Ibrahimiyah ? Kami tidak pernah tinggalkan Sholawat Ibrahimiah, sedangkan Sholawat Nariyah kami cuma kadang-kadang membacanya…terus terang Bapak, daripada baca koran atau nonton TV kaya` orang-orang mendingan saya baca Sholawat Nariyah…Nabi SAW dan Para Sahabat tidak pernah melakukan Sholat dengan pakai peci/kupluk/celana panjang/sarung tolong ya Pak…saya jangan di Bidahkan karena saya tutuo aurat ketika Sholat dengan itu

  68. kurang lebih saya setuju dengan bapak yayat. jangan disamakan shalawat kita dengan jesusnya kaum nasrani. jelas-jelas mereka benar-benar menyembah jesus dan membagi tuhan mereka menjdi 3 (trinitas) tuhan bapa, roh kudus, dan jesus sendiri. sejak 1400 tahun silam sampai sekarang belum pernah ada shalawat yang menjadikan aliran tertentu dari Islam atau bahkan menyembah Nabi muhammad SAW.

    bapak tau arti shalawat tidak? jika kita bershalawat artinya memohon kepada ALLAH untuk diturunkannya rahmat, dalam hal ini kepada nabi. berikut pujian atas beliau. dan dalam shalawat nariyah itu pun diawali dengan “Ya Allah….” jadi tetap memohon kepada Allah, yang dengan memuliakan beliau, maka Allah akan memuliakan siapapun yang membacanya dengan perantaraan kemuliaan Nabi dan kedudukan nabi sebagai rahmat bagi sekalian alam. Rahmattan lil alamin

    pak.. ayat yang anda tukil pun tidak tepat. bapak ini bagaimana toh.. kalau saya dapat menambahkan buat bapak (siapa yang bikin artikel ini), coba belajar dan ngaji lagi ke seorang guru, ber-baiat. jangan berguru kepada buku apalagi terjemahan atau saduran. beli kitab, baca, ngaji, cari guru mursid.

    sekarang ini banyak aliran yang anti Shalawat, anti maulid Nabi, anti tawasul. hati-hati ya pak???????

    1. Buat Pak Taufik,mari kita berfikir secara jernih,nggak usah emosi seperti itu.Coba diartikan sholawat nariyah itu.Apa ada yang mnyimpang dari Tauhid?Rosululloh tidak mengajari menyembah dirinya,kalau artinya yang membuat segala sesuatu itu Rosululloh inilah yang mesti kita benahi.Coba simaklah artinya secra mendalam.Semoga kita senantiasa diberi petunjuk Alloh SWT,dan dapat menyampaikan kebenaran,amien.Mohon Maaf ya Pak Taufiq.

      1. Buat saudaraku pak Eko…Silahkan tanyakan pada setiap orang yang pernah membaca SN…Siapa yang mereka sembah ? inilah, kenapa saya bilang di belok-belokkan…dalam memahaminya, tidak pernah terbersit sedikitpun mengganti Alloh SWT dengan Nabi SAW…Pak Eko..inilah WAHABI, Siapa yang tidak pernah mereka adu…Masyarakat, Ulilamri, Ulama Mazhab, Shahabat, Nabi SAW bahkan Alloh SWT satu dengan yang lainnya diadu, seolah-olah mereka yang paling benar dan paling mengerti akan semuanya dan pemahaman terbenar ada di pihak mereka…Cobalah tengok Saudi Arabia yang katanya menjalankan syariat Islam secara murni, apa yang telah mereka perbuat..seolah mereka adalah banci, mereka selalu ciptakan suasana yang seperi ini..menciptakan kebencian antar saudara sendiri dengan selalu membandingkan, menyalahkan dan mecitrakan diri seolah kebenaran ada dipihaknya, seolah yang paling paham Quran Hadist adalah kelompok WAHABI. Dan buruknya lagi Orang-orang Indonesia sekarang ini mulai demam WAHABI..mereka berkelakuan seperti WAHABI tetapi tidak mau disebut WAHABI dan menyatakan dri bahwa ini dan itu adalah Quran Hadist dan yang ini dan itu adalah BIDAH, seolah-olah mereka yang paling mengerti dan paham….Kembali ke Saudi Arabia apa yang telah mereka lakukan untuk kemaslahatan umat…siapa yang menyirami dan memupuk Zionis ditanah Arab, siapa terbanyak menyumbang untuk Sunami di Aceh, atau Orang-orang mana yang berbondong-bondong pergi membantu saudaranya di Afgan ? (masih banyak lagi tdk dapat saya sebut satu persatu) Saudi Arabia_kah dengan WAHABI_nya ? atau orang-orang Kita, India , Yaman, Pakistan dan lain2 yang telah mereka anggap sebagai Ahli Bidah..? Jawaban sejati para WAHABER adalah ini dan itu adalah Bidah karena bukan Quran Hadist..alangkan lebih bijaksananya dan lebih memanusiakan dirinya sebagai manusia kalau menyatakan ini dan itu adalah Bidah BERDASARKAN PEMAHAMAN SAYA yang bersumber dari Quran Hadist. WAHABER bukan pencipta Quran Hadist tidak selayaknya menyejajarkan pemahamannya dengan penciptanya, tentunya kebenaran SEJATI adalah milik Alloh SWT. Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya ungkapkan, tetapi mohon maaf karena keterbatasan runga dan waktu….Saya pernah ditanya oleh seorang anak, pertanyaan ini ringan tetapi cukup mencengangkan kalau direnungkan…coba para WAHABER atau CALON WAHABER jawab…” Apakah Quran Hadist itu Alloh ? ” dan “Apakah Alloh itu Quran Hadist ? ” Selesai. Astaqfirullohalazim Alladzi Laillahaillahualkhyyulkoyyuumu Wa Atubu Illaih

    2. Apakah saudara2 sudah tahu siapakah yg menciptakan SN tersebut ?. kalo ada yg tahu tlg beri tahu saya…..sebab sampai sekarang mencari pengarangnya blm sy tmukan, bahkan sy malah merasa aneh, katanya yg mengarang adalah sahabat Nabi yg mengaku Seikh Nariyah, sggh tdk msk akal zamannya Nabi kok ada seorang seikh. lihatlah ketika Rosululloh SAW menyuruh para sahabatnya bersholawat untuknya, maka Rosululloh mengajarkan pada mereka Shlowat Ibrahimiah.
      lalu, sekali lagi siapakah yg mengajarkan SN tersebut…….????????

  69. ah ada ada aja ,,,kaya kamu sudah bener aja lah..orang mau ibadah koq dilarang…orang mau baca shalawat juga dilarang..bid’ah lah khurafatlh//”’

    jadi menurut kamu yang benar gimana……?
    emang kamu udah bener sehingga bisa menyalahkan dan membid’ahkan ?emang kamu ngerti gitu alam…. akhirat

    mohon donk jangan nyerang yang lain deh kita sama sama islam jika saya baca sholawat tersebt gimana?bid’ah dosa donk saya?terus neraka donk saya?emang kamu ngerti gitu sorga kayak gimana..

    mas-mas

    jangan jadi orang suci deh….
    nabi itu halus perangainya mas…jjika kita telaah anda sangat jauh dari islam..heee..jangan marah ya…

    1. gimana to pak??,sampean ini diberi pengertian yang jelas dan maknanya besar kok ditanggapi biasa-biasa aja.Ingat lho Pak,…keterangan tersebut mengingatkan kita tentang bahaya syirik.Kalau udah kena syirik amal yang kita lakukan bagaikan debu yang berterbangan.dasarnya di alquran juga ada. Syirik kan merupakan dosa yang amat besar.Pelajarilah arti dan maknanya sholawat tersebut.Yang sesuai dengan tuntunan Rosul mari kita gunakan sholawat Ibrahimiyah seperti dalam sholat.Semoga kita senantiasa diberi hodayah Alloh,SWT,kebenaran hanya milik Alloh,dengan iman dan akal yang cerdas kita jadikan Rosululloh tuntunan yang baik.Amien

    2. Buat saudara-saudaraku..

      Satu hal yang sekiranya perlu untuk kita pikirkan saat ini adalah bagaimana kita bisa menerima realita bahwa masalah khilafiyah itu memang ada, bukan sekedar diada-adakan.

      Keberadaan urusan khilafiyah ini bukan karena adanya hawa nafsu dan berangkat dari kebodohan, sebaliknya justru datang dari kemampuan para ulama dalam mengistimbat hukum syariah.

      Sudah bukan zamannya lagi bila kita masih berkutat dengan kebekuan berpikir ala kelompok dan elemen umat. Sudah zamannya sekarang ini kita lebih meningkatkan wawasan dan menjalin dialog yang positif dari keberagaman umat.

      Sayang sekali, ternyata mental-mental seperti ini kadang menjadi faktor penghambat dari kebangkitan Islam. Semoga ke depan nanti, kita bisa lebih bisa menerima pluralisme dalam memahami pandangan syariah selama dalam koridor yang tidak melanggar kaidah yang dibenarkan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s